Senin, 20 Agustus 2012

Perang Dunia II


BAB II PERANG DUNIA II
Pendahuluan
Perang Dunia II berlangsung antara 1939-1945. Perang ini merupakan perang yang paling hebat dalam sejarah manusia. Peserta Perang Dunia II terdiri dari negara Poros atau Sentral dan negara Sekutu-Komunis.
A.   Sebab Umum Perang Dunia II
1)         Kegagalan LBB dalam menjalankan tugasnya.
LBB bukan lagi alat untuk mencapai tujuan, tetapi menjadi alat politik negara-negara besar untuk mencari keuntungan. LBB tidak dapat berbuat apa-apa ketika negara-negara besar berbuat semaunya, misalnya pada tahun 1935 Italia melakukan serangan terhadap Ethiopia.
2)        Negara - negara maju saling berlomba memperkuat militer dan persenjataannya.
Dengan kegagalan LBB tersebut, dunia Barat terutama Jerman dan Italia mencurigai komunisme Rusia, tetapi kemudian Rusia mencurigai fasisme Italia dan nasional-sosialis Jerman. Oleh karena saling mencurigai akhirnya negara-negara tersebut memperkuat militer dan pesenjataannya.
3)        Adanya pertentangan-pertentangan akibat ekspansi.
Jerman mengumumkan “Lebensraum”nya (Jerman Raya) yang meliputi Eropa Tengah dan Italia menginginkan Italia Irredenta (Italia Raya) yang meliputi seluruh laut Tengah dan Abbesinea, serta Jepang mengumumkan Kemakmuran Bersama di Asia Timur Raya. Ini berarti merupakan tantangan terhadap imperialisme Inggris, Perancis, dan Amerika Serikat.
4)        Jerman ingin membalas dendam atas kekalahan dalam Perang Dunia II
5)        Adanya perlombaan senjata di antara negara-negara Eropa, seperti Inggris menciptakan Armada Udara Royal Air Force, dan Jerman membuat kapal-kapal tempur Bismark dengan peluru kendali Vergeltung (pembalasan)
6)        Timbulnya persaingan dan pertentangan segitiga di antara negara-negara fasis, liberalis, dan komunis.
7)        Jerman tidak mengakui Perjanjian Versailles. Adanya politik balas dendam (“Revanche Idea”) Jerman terhadap Perancis, karena Jerman merasa dihina dengan Perjanjian Versailles.
8)        Adanya pertentangan faham demokrasi, fasisme dan komunisme.
9)        Benito Mussolini di Italia mempelopori gerakan fasvio de combatimento, dengan   cita-cita membentuk Italia Raya.
10)    Adolf Hitler, Jerman. Membentuk NAZI.
11)    Tenno Meiji, Jepang. Fasis Militer.


B.    Sebab Khusus perang Dunia II
1)         Serangan Jerman atas Polandia pada tanggal 1 september 1939, mengawali pertempuran di Front Eropa dan Afrika Utara.  Alasannya karena Polandia tidak mau menyerahkan Kota Danzig yang sebagian penduduknya berbangsa jerman kepada Jerman. Polandia yang netral di bela Inggris dan Prancis. Kedua negara ini menyatakan perang terhadap Jerman.
2)         Serangan Jepang atas pangkalan Angkatan laut Amerika Serikat di Pearl Harbour, Hawaii, pada tanggal 7 Desember 1941, mengawali pertempuran di front Pasifik.

C.    Peserta Perang Dunia II
1)                               Blok Poros/Sentral/Fasis          : Jerman, Jepang dan Italia
2)                               Blok sekutu dan Komunis       : USA, Inggris, Perancis, Uni Soviet, Rusia, RRC dan Australia

D.   Jalannya Perang Dunia II
Perang Dunia II berlangsung dalam beberapa medan (front) berikut ini.
1)     Front Timur (Rusia) berlangsung tahun1939-1944 antaraJerman, Finlandia, dan Rumania melawan Polandia, Rusia, Eslandia, Lithuania, Ukraina, dan lain-lain.
2)     Front Barat (Eropa) berlangsung Tahun 1939-1945 antara Jerman dan Italia melawan Perancis, Denmark, Norwegia, Belanda, Belgia, Luksemburg, dan lain-lain. Pada tanggal 1 September 1939 Jerman menyerang Polandia. Inggris dan Perancis mengumumkan perang kepada Jerman. Inilah sebagai awal meletusnya Perang Dunia II. Pada tanggal 9 April 1940 Jerman melakukan serangan ke utara yakni ke Denmark dan Norwergia. Kedua negara ini dapat diduduki Jerman. Pada bulan Mei 1940 Belanda dapat diduduki Jerman sehingga Ratu Wilhelmina mengungsi ke Inggris. Pada tanggal 10 Juni 1940 Italia mengumumkan perang kepada Perancis dan Inggris, dilanjutkan menyerbu Perancis. Pada bulan Juni 1940 pasukan Jerman bergerak menuju Perancis dan dapat mendudukinya. Tentara Perancis di bawah pimpinan Charles de Gaulle mengungsi ke Inggris. Kekuatan dua negara fasis Jerman dan Italia semakin mantap. Angkatan Udara Jerman menyerbu Inggris tetapi usahanya gagal kemudian beralih dengan pengeboman-pengeboman dan serangan laut ke arah Angkatan Laut Inggris. Pada tanggal 27 September 1940 Jerman, Italia, dan Jepang bersatu dalam Perjanjian Tiga Negara. Pada tanggal 22 Juni 1941 dengan bantuan Finlandia dan Rumania, Jerman menyerbu Rusia. Padahal selama 18 bulan sebelumnya Hitler telah mengadakan perjanjian dengan Uni Soviet tidak akan saling menyerang. Bagaimana menurut pendapat anda tentang tindakan Hitler ini?
3)     Fron Afrika (Balkan) berlangsung tahun 1940-1943 antara Jerman Italia melawan Inggris, Ethiopia, Mesir, dan lain-lain. Tentara Jerman menyerbu Balkan sampai di Kreta. Rumania dan Bulgaria memihak kepada Jerman. Inggris dapat memukul mundur tentara Italia di Afrika Utara. Serangan Sekutu terhadap Blok Sentral pada tanggal 23 Oktober 1942 di Afrika Utara dipusatkan di El Alamien, Mesir. Tentara Jerman di bawah Jenderal Erwin Rommel menyerbu Afrika dan menghantam Inggris sampai di muka Alexandria. Serangan Jerman ke Afrika Utara dapat ditahan oleh Inggris di bawah pimpinan Montgomery dan Amerika Serikat di bawah Eisenhower pada tanggal 12 November 1942. Datangnya bantuan pasukan Amerika Serikat membuat pertahanan Jerman semakin rapuh. Sejak 19 November 1942 Jerman kalah melawan Rusia dalam pertempuran di Stalingrad. Kemudian Rusia menyerbu Polandia dan Balkan. Rumania dan Bulgaria menyerah. Hongaria juga menyerah pada tanggal 13 Februari 1945. Tentara Rusia di bawah Zhukov berhasil menyerbu Berlin. Berlin diduduki Sekutu dari segala arah. Pertempuran hebat terjadi di dalam kota Berlin, dan Berlin dapat direbut oleh Sekutu. Pada tanggal 30 April 1945 Hitler bunuh diri. Pada tanggal 7 Mei 1945 Jerman menyerah kepada Sekutu tanpa syarat di Reims, Perancis.
4)     Front Asia-Pasifik berlangsung tahun 1941-1945 antara Jerman melawan Amerika Serikat, Inggris, Belanda, dan RRC. Perang di medan Asia Pasifik diawali dengan penyerbuan pangkalan Armada Angkatan Laut Amerika Serikat di Pearl Harbour, Hawai pada tanggal 7 Desember 1941 oleh Jepang. Perang Dunia II di medan Asia Pasifik sering disebut Perang Asia Timur Raya, karena Jepang selalu mempropagandakan bahwa peperangan yang dilakukan bertujuan mewujudkan kemakmuran bersama di kawasan Asia Timur Raya.
Dalam serangan Jepang pada tanggal 7 Desember 1941 menewaskan kurang lebih 2.330 tentara Amerika Serikat dan 100 orang sipil di samping menghancurkan peralatan perang Amerika Serikat. Jepang menyatakan perang terhadap Amerika Serikat dan sekutu-sekutunya. Serbuan Jepang dilanjutkan ke negara-negara di Asia Tenggara dengan menduduki Muangthai, Birma (Myanmar), Malaysia, dan Hindia Belanda (nama Indonesia waktu itu). Untuk membalas serangan-serangan Jepang, Sekutu menyusun taktik serangan dari pulau satu ke pulau lain atau sistem katak loncat. Strategi ini dipimpin oleh Jendral Dauglas Mac Arthur dan Laksamana Chester Nimitz. Tentara Jepang di Laut Karang dan Midway (7 Mei 1942) dihancurkan oleh Sekutu. Inilah titik balik pertama. Dalam pertempuran-pertempuran berikutnya Amerika Serikat dapat merebut Filipina (22 Oktober1944), Iwo Jima (17 Maret 1945), Okinawa (21 Juni 1945). Kemudian Inggris di bawah Lord Louis Mauntbatten menyerbu Birma (Myanmar) dan menghancurkan tentara Jepang (30 April 1945). Dari Saipan dan Okinawa Angkatan Udara Amerika Serikat menyerang kota-kota Jepang, tetapi Jepang belum menyerah. Akhirnya pada tanggal 6 Agustus 1945 Hiroshima dijatuhi bom atom dilanjutkan tanggal 9 Agustus 1945 di Nagasaki. Jepang menyerah tanpa syarat kepada Sekutu tanggal 14 Agustus 1945 (secara resmi 2 September 1945 di atas kapal “Missouri” di Teluk Tokio). Dengan demikian berakhirlah Perang Dunia II karena Jepang beserta negara-negara pendukungnya menyerah.

E.    Perjanjian-Perjanjian Damai Pada Perang Dunia II
Perang Dunia II berakhir pada tahun 1945 dengan kemenangan pada blok Sekutu-Komunis. Seusai perang, dilaksanakan perjanjian damai sebagai berikut.
1)        Konferensi Postdam (2 Agustus 1945) Antara Sekutu dan Jerman
Konferensi ini diadakan antara Sekutu dengan Jerman yang dihadiri oleh Thruman, Stalin, dan Attlee. Konferensi ini menghasilkan keputusan sebagai   berikut:
·        Jerman dibagi dalam 4 daerah pendudukan yakni bagian timur oleh Rusia, bagian barat oleh Amerika Serikat, Inggris, dan Perancis. Kota Berlin yang terletak di tengah-tengah daerah pendudukan Rusia, dibagi 4 bagian yakni Berlin Barat (Amerika Serikat, Inggris, Perancis) Berlin Timur (Rusia).
·        Danzig dan daerah Jerman sebelah timur Sungai Oder dan Neisse diberikan kepada Polandia.
·        Angkatan Perang Jerman harus dikurangi jumlah tentara dan peralatan militernya (demiliterisasi).
·        Penjahat perang, yakni tokoh-tokoh NAZI harus dihukum di bawah pengawasan internasional.
·        Jerman harus membayar kerugian perang kepada Sekutu.
2)                               Perjanjian San Fransisco (8 September 1951) Antara Sekutu dan Jepang
Perjanjian ini diadakan antara Sekutu dengan Jepang pada tahun 1945 dan dibuat di Jepang. Pada mulanya perjanjian ini hanya bersifat sementara. Kemudian Perjanjian San Fransisco disahkan pada tanggal 8 September 1951. Rusia tidak ikut menandatangani perjanjian ini sehingga tidak mengakuinya. Perjanjian ini berisi:
·        Kepulauan Jepang di bawah pengawasan Amerika Serikat.
·        Kepulauan Kurile dan Sakhalin Selatan diberikan kepada Rusia. Sedangkan Mantsyuria dan Taiwan diberikan kepada Tiongkok.
·        Tokoh-tokoh fasis diadili sebagai penjahat perang dan harus dihukum di bawah pengawasan internasional.
·        Jepang harus membayar kerugian perang kepada Sekutu.

3)            Pertemuan di Kapal Missouri-Amerika Serikat (2 September 1945), di Teluk Tokyo, menghasilkan penyerahan Jepang kepada Sekutu.

4)                Perdamain Paris (Februari 1947), antara sekutu dengan Italia. Berisi hal-hal sebagai berikut:
·                                Daerah Italia dipersempit.
·                                Triest menjadi daerah merdeka di bawah pemerintahan PBB.
·                                 Ethiopia dan Albania bebas dari kekuasaan Italia.
·                                Semua jajahan Italia di Afrika Utara diambil oleh Inggris.
·                                 Italia harus membayar kerugian perang.

F.    Akibat Perang Dunia II
Seperti Perang Dunia I, Perang Dunia II pun membawa akibat besar bagi dunia di bidang politik, ekonomi dan sosial.

1)                    Bidang Politik
Akibat yang muncul di bidang politik setelah Perang Dunia II berakhir sebagai berikut:
·        Tampil dua negara adikuasa (superpower) yaitu Amerika Serikat dan Rusia (Uni Soviet) sebagai pemenang dalam Perang Dunia II. Masing-masing menjadi kutub politik dunia. Amerika Serikat menjadi poros demokrasi Liberal, sedangkan Rusia (Uni Soviet) menjadi poros komunisme.
·        Terjadinya perebutan pengaruh antara Amerika Serikat dan Uni Soviet yang menimbulkan Perang Dingin (the cold war). Jika keduanya berimbang terjadi keseimbangan kekuatan (Balance of Power Policy), walaupun perdamaian diliputi ketakutan.
·        Nasionalisme di Asia berkobar dan timbul negara-negara merdeka seperti Indonesia (17 Agustus 1945),Filipina (4 Juli 1946), India dan Pakistan Dominion (15 Agustus 1947) dan India merdeka penuh 26 Januari 1950, Birma (4 Januari 1948), dan Ceylon (dominion 4 Februari 1948).
·        Munculnya politik mencari kawan atau aliansi yang dibentuk berdasarkan kepentingan keamanan bersama, misalnya NATO (North Atalantic Treaty Organization) adalah pakta pertahanan bentukan Amerika Serikat. Sedangkan pakta pertahanan bentukan Rusia (Uni Soviet) adalah Pakta Warsawa.
·        Munculnya politik memecah belah negara, misalnya:
1)     Jerman dibagi menjadi dua negara, yaitu Jerman Barat dan Jerman Timur.
2)     Korea dibagi menjadi dua negara, yaitu Korea Selatan dan Korea Utara.
3)     Indo-Cina dibagi menjadi tiga negara, yaitu Laos, Kamboja, dan Indo-Cina.
4)     India dibagi menjadi dua negara, yaitu India dan Pakistan.
·        Munculnya negara-negara merdeka di Asia, seperti Indonesia, India, Pakistan, Srilanka dan Filipina.

2)         Bidang Ekonomi
Perang Dunia II menghancurkan perekonomian negara-negara di dunia kecuali Amerika Serikat. Amerika Serikat menjadi pusat kekayaan dan kreditur dari seluruh dunia. Untuk menanamkan pengaruhnya di negara-negara Eropa dan yang lain, Amerika Serikat melaksanakan program. Misalnya Truman Doctrine (1947), Marshall Plan (1947), Point Four Truman dan Colombo Plan. Program-program ini merupakan usaha untuk membendung berkembangnya komunisme.

3)                    Bidang Sosial
a)     Untuk membantu penduduk yang menderita akibat korban Perang Dunia II PBB membentuk UNRRA (United Nations Relief Rehabilitation Administration). Tugas UNRRA di antaranya sebagai berikut:
·                                         Memberi makan kepada orang-orang yang terlantar.
·                                         Mendirikan rumah sakit.
·                                         Mengurus pengungsi dan menyatukan dengan keluarganya.
·                                         Mengerjakan kembali tanah yang rusak.

b)     Timbul inisiatif mendirikan lembaga internasional yang memiliki wibawa dalam memelihara perdamaian dunia. Inisiatif itu datang dari Franklin Delano Roosevelt (AS) yang diteruskan oleh penggantinya Harry S. Truman, Winston Churchill (Inggris), dan Joseph Stalin (Uni Soviet). Inisiatif ini terlaksana dengan berdirinya United Nations atau Perserikatan Bangsa-bangsa.

4)     Bidang Kerohanian
Setiap manusia menginginkan perdamaian. Berbagai upaya dilakukan agar tercipta perdamaian dengan membentuk lembaga perdamaian. Penderitaan yang ditimbulkan akibat Perang Dunia II menyadarkan manusia akan akibat buruk perang. Penduduk dunia menyadari perlunya lembaga yang dapat menjaga perdamaian dunia setelah Liga Bangsa-Bangsa dibubarkan. Pada tanggal 24 Oktober 1945 didirikan Perserikatan Bangsa-Bangsa atau United Nations Organization (UNO). Lembaga ini diharapkan dapat menjaga perdamaian dunia.

G.   Terbentuknya PBB
Berawal dari gagasan para pemimpin negara untuk menyelamatkan dunia dari bencana perang dan mewujudkan perdamaian dunia yang abadi, Roosevelt (Presiden Amerika Serikat) dan Winston Churchill (Perdana Menteri Inggris) melakukan perundingan pada 14 Agustus 1941. Perundingan yang dilakukan di atas kapal Augusta milik Amerika Serikat menyepakati Atlantic Charter yang berisi hak untuk menentukan nasib sendiri dan mengimbau setiap persengketaan diselesaikan melalui meja perundingan.
Sebagai kelanjutan Atlantic Charter, diadakan Konferensi Yalta di Semenanjung Krim pada 22 Februari 1945. Pertemuan tersebut dihadiri oleh Roosevelt, Churchill, dan Josefh Stalin (Presiden Rusia). Hasil pertemuan menghasilkan Rumus Yalta (Yallta Formula). Sesuai dengan hasil Konferensi Yalta, pada 25 April–26 Juni 1945, dilaksanakan konferensi di San Fransisco yang menghasilkan Charter for Peace (Piagam Perdamaian). Piagam tersebut menandai lahirnya sekaligus menjadi landasan kegiatan Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB). Setelah disetujui oleh anggota-anggotanya pada 24 Oktober 1945, piagam tersebut secara resmi mulai diberlakukan dan 24 Oktober 1945 ditetapkan sebagai hari lahirnya PBB.

Tujuan didirikannya Perserikatan Bangsa-Bangsa, yaitu:

  1. memelihara perdamaian dan keamanan internasional;
  2. mengembangkan hubungan persaudaraan antarbangsa;
  3. mengadakan kerja sama internasional dalam bidang ekonomi, sosial, budaya, dan keamanan;
  4. sebagai pusat penyelarasan segala tindakan bersama terhadap negara yang membahayakan perdamaian dunia.

Asas Perserikatan Bangsa-Bangsa, yaitu:
  1. semua anggota mempunyai persamaan derajat dan kedaulatan;
  2. setiap anggota akan menyelesaikan segala persengketaan dengan jalan damai tanpa membahayakan perdamaian, keamanan, dan keadilan;
  3. setiap anggota akan memberikan bantuan kepada PBB sesuai dengan Piagam PBB;
  4. PBB tidak boleh mencampuri urusan dalam negeri negara lain.








1 komentar: